Minggu, 26 Agustus 2012

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Rukun Islam ada lima perkara. Membaca syahadat, mengerjakan shalat, membayar zakat, berpuasa dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Bila diperhatikan dengan seksama kelima rukun Islam tersebut bersifat positif (syatrul iktisab), kecuali puasa. Karena sesungguhnya perintah puasa adalah bersifat negative (syatrul ijtinab), yaitu perintah untuk meninggalkan sesuatu (makan, minum, menahan nafsu dan lain-lain).
 
 Artinya, apabila syahadat harus diucapkan, shalat harus dikerjakan, zakat harus ditunaikan, haji harus dilaksanakan, maka  puasa harus menahan segala hal yang membatalkannya. Inilah satu keistimewaan ibadah puasa dibandingkan dengan ibadah lain.
 
Ayyuhal Hadhirun Rahimakumullah
Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur kita kepada Allah swt atas ni’mat Ramadhan. karena Ramadhan merupakan wahana perantara, sebagai media menjadikan kita seorang hamba yang bertaqwa. Oleh karenanya mari kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita di bulan yang penuh rahmat ini.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Rukun Islam ada lima perkara. Membaca syahadat, mengerjakan shalat, membayar zakat, berpuasa dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Bila diperhatikan dengan seksama kelima rukun Islam tersebut bersifat positif (syatrul iktisab), kecuali puasa. Karena sesungguhnya perintah puasa adalah bersifat negative (syatrul ijtinab), yaitu perintah untuk meninggalkan sesuatu (makan, minum, menahan nafsu dan lain-lain). Artinya, apabila syahadat harus diucapkan, shalat harus dikerjakan, zakat harus ditunaikan, haji harus dilaksanakan, maka  puasa harus menahan segala hal yang membatalkannya. Inilah satu keistimewaan ibadah puasa dibandingkan dengan ibadah lainnya.
Sesungguhnya ibadah dalam konteks pencegahan jauh lebih berat dibandingkan dengan ibadah yang bersifat melaksanakan. Menjadi pedagang adalah hal yang gampang, tetapi berdagang tanpa unsure tipu dan bohong bukan pekerjaan yang gampang. Menjadi pejabat adalah hal yang sulit, tetapi lebih sulit lagi menjadi pejabat yang tidak korup. Berkumpul di majlis ta’lim untuk mengaji bukanlah hal yang berat, tetapi berkumpul tanpa menggunjing adalah sesuatu yang berat.
Ingatkah kita para hadirin, Bagaimana bahagianya kita ketika melihat anak kita berhasil berjalan sendiri, setelah beberapa bulan belajar merangkak titah-titah. Tetapi setelah ia lancar berjalan, alangkah susahnya memperingatkan ia agar tidak lari-larian di rumah dan di jalan.
 MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN,,,,,,,,

Sidang Jum'at yang dimuliakan Allah
Puja dan puji syukur kepada Allah karena pada tahun ini kita kita diberi kesempatan kembali untuk bertemu dengan tamu yang sangat mulia, yakni bulan suci Ramadhan. Oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama menyambut bulan suci ini dengan ucapan ahlan wa sahlan wa marhaban ya ramadhan, selamat datang Ramadahan 1428 H, bulan yang dimuliakan Allah, bulan yang penuh dengan barokah dan ampunan.
Perintah untuk menyambut bulan ini dengan penuh rasa kegembiraan termaktub dalam sebuah hadis Rasulullah SAW.


Artinya: "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka hendaklah engkau mengucapkan selamat datang kepadanya. Telah datang bulan puasa dengan segenap berkah di dalamnya maka hendaklah engkau memuliakannya."
Bulan ini adalah bulan yang diberkati, bulan ini adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, bulan ini adalah bulan terjadinya peristiwa Lailatul Qadar, sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan dan di bulan juga merupakan bulan dimana pintu maghfirah (ampunan) dibuka selebar-lebarnya serta segenap amal kebajikan dilipatgandakan pahalanya. Mengingat betapa mulianya bulan ini, maka alangkah bahagianya jika pada momentum Ramadhan ini kita dapat bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita serta mengisinya dengan segala kebajikan.  


Sidang Jum'at yang dimuliakan Allah
Dari seluruh keistimewaan Ramadhan, yang paling penting bagi kehidupan umat manusia terletak pada kewajiban untuk melaksanan puasa sebagaimana firman Allah SWT:


Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Albaqarah 2: 183)
Dalam ayat ini, tersirat makna bahwa sebenarnya puasa bukanlah ibadah yang baru dilaksanakan ketika kedatangan Islam akan tetapi sudah dilaksanakan jauh sebelumnya. Para pakar perbandingan agama mendapatkan data bahwa sebelum mengenal agama Samawi, orang-orang Mesir kuno, orang-orang Yunani dan Romawi telah mengenal  puasa. Demikian juga dengan orang-orang Majusi, Budha, Yahudi dan Kristen. Dalam karyanya "al-Fahrasat" Ibnu Nadim menyebutkan bahwa orang-orang Majusi berpuasa tiga puluh hari dalam setahun. Mereka juga melakukan puasa-puasa sunnah yang ditujukan sebagai penghormatan kepada bulan, Mars dan Matahari. Sementara At-Thabari dalam tafsirnya, Jami` al-Bayan, menyebutkan bahwa  seluruh pemeluk agama samawi (ahl kitab) diwajibkan oleh Allah untuk melaksanakan puasa.
Barangkali terdapat perbedaan mengenai tata cara berpuasa antara satu agama dengan agama lainnya. Namun yang penting untuk kita camkan, dipraktekkannya model ibadah dengan cara menahan diri dari makan, minum dan hawa nafsu oleh agama-agama dan umat manusia dari rentang masa yang satu ke rentang masa berikutnya menegaskan bahwa ibadah puasa merupakan ibadah yang bersifat universal. Ia dipandang sebagai jalan yang sangat efektif dalam dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.
 

BULAN RAMADHAN YANG AGUNG,,,,,,,,,

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam yg telah menjadikan bulan suci Ramadan sebagai bulan yg penuh berkah dan kemuliaan. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Rasulullah saw beserta keluarga dan segenap sahabatnya serta seluruh kaum Muslimin yg mengikutinya. Amma ba’du. Wahai kaum Muslimin bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah sesungguhnya bulan ini adl bulan yg mulia dan agung. Allah SWT telah mewajibkan kalian agar berpuasa di bulan ini dan mendirikan shalat pada malamnya utk beribadah . Oleh krn itu tiap orang yg berpuasa hendaknya menyibukkan dirinya sepanjang siang dgn berzikir kepada Allah dan membaca Kitabullah memberikan santunan kepada yg berhajat orang lemah dan orang miskin. Telah disebutkan dari Nabi saw bahwa beliau pernah bersabda yg artinya “Apabila telah masuk bulan Ramadhan maka pintu-pintu rahmat dibuka pintu-pintu jahanam ditutup dan setan-setan dibelengu.”Dan sabdanya pula “Puasa adl perisai maka apabila kamu sedang menjalani puasa hendaknya tidak mengeluarkan kata-kata kotor dan jangan mencaci. Dan jika ada oang yg mencaci katakanlah ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa’ dua kali.” Kaum Muslimin rahimakumullah keberkatan dan manfaat bulan ini bagi kalian di dunia dan akherat. Adapun manfaat puasa di dunia adalah dapat memelihara dirimu dari gejolak hawa nafsu yg dapat mencampakkan dirimu ke neraka. Sedang manfaatnya di akhirat adalah bahwa kalian akan memperoleh ampunan dan maghfirah dari Yang Maha Kuasa lagi Maha Tinggi. Alangkah bahagianya orang yg ikhlas beramal di bulan Ramadhan krn Tuhannya dan bahagianya orang yg menjauhi peruatan keji dan memegang teguh etika puasa. Wahai hamba Allah ketahuilah bahwa amal taqarrub kepada Allah hanyalah akan diterima manakala segala amal perbuatan yg dilarang dan diharamkan oleh-Nya ditinggalkan. Hal ini telah dijelaskan oleh sebuah hadits shahih dari Rasulullah saw bahwa beliau pernah bersabda “Barang siapa yg tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan keji maka Allah tidak membutuhkan lagi makanan danminuman yg ia tinggalkan .” Dalam hadis lain disebutkan bahwa ibadah puasa itu bukan hanya sekedar meninggalkan makan dan minum tetapi juga meninggalakan segala pembicaraan tak berguna dan kata-kata keji. Dalam kitab Musnad disebutkan bahwa pada zaman Nabi SAW ada dua orang wanita yg menjalani puasa tiba-tiba mereka dicekam dahaga yg nyaris mencabut nyawanya. Lalu peristiwa ini diceritakan kepada Rasulullah saw tetapi beliau berpaling. Kemudian diceritakan lagi perihal kedua wanita ini. Maka beliau memanggil keduanya dan memerintahkan mereka agar muntah. Ternyata keduanya memuntahkan nanah darah dan daging busuk sebanyak satu mangkuk. Melihat itu Rasulullah saw besabda “Sesungguhnya kedua wanita ini berpuasa atas apa-apa yg dihalalkan Allah bagi keduanya tetapi mereka berbuka dgn apa-apa yg diharamkan Allah bagi keduanya. Keduanya duduk-duduk lalu memakan daging orang lain .” Kaum Muslimin yg berbahagia jauhilah olehmu perbuatan mengumpat dan mengadu domba. Takutlah kepada Tuhanmu dan pegang teguhlah amal kebaikan dan kebaktian. Buatlah darimumenjadi orang yg disenangi dan jangan menjadikan dirimu orang yg dibenci. Kerjakan kebaikan semoga kalian berbahagia. Allah SWT berfirman yg artinya “Hai orang-orang yg beriman besabarlah kamu dankuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” . Maasyiral Muslimin rahimakumullah!Dari pemaparan singkat di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa hendaklah utk memperoleh keutamaan di bulan Ramadhan tiap kita dapat menjaga perbutan dari yg terlarang dan giat mengerjakan amal-amal keutamaan sebagai wujud bakti kita kepada Allah SWT.